[DUKUNG PERCEPATAN VAKSINASI PEMDA SLEMAN, BAZNAS KABUPATEN SLEMAN LANJUTKAN VAKSINASI DOSIS KEDUA DALAM PROGRAM KITA JAGA KYAI]

SLEMAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman terus turut serta membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman dalam proses percepatan vaksinasi melalui Program “Kita Jaga Kyai & Santri”. Program tersebut menjadi salah satu program BAZNAS Kabupaten Sleman dalam pencegahan Covid-19 selain berbagai program yang telah dilaksanakan seperti bantuan bagi warga Kabupaten Sleman yang sedang isoman dan bantuan recovery masyarakat terdampak.

Acara ini diselenggarakan dengan bantuan berbagai pihak mulai dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Rumah Sehat BAZNAS Jogja, dan Yayasan Pamulangan Yogyakarta yang sekaligus menjadi target vaksinasi.

Vaksinasi Kita Jaga Kyai & Santri ini merupakan dosis kedua yang dilaksanakan di MTS Pamulangan Sleman pada Selasa (2/11) dengan peserta lebih kurang 1000 orang dari pondok pesantren di bawah Yayasan Pamulangan dan sekitarnya serta masyarakat di wilayah MTs Pamulangan. Sebelumnya dosis pertama telah dilaksanakan pada Hari Rabu (7/10).

“Alhamdulillah setelah vaksinasi dosis pertama berjalan lancar maka hari ini kita ikhtiarkan kembali dalam rangka mencegah virus covid – 19 khususnya dikalangan Kyai dan Santri dengan melanjutkan vaksin dosis kedua. Program ini sejalan dengan program pemerintah, pencapaian herd immunity dapat disegerakan melalui program vaksinasi Covid-19. Lalu untuk mencapai tingkat herd immunity minimum 70% diperlukan kerja keras, di antaranya dengan jemput bola ke komunitas dalam hal ini adalah komunitas pesantren,” ujar Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman, Kriswanto dalamsambutan pembukaan acara.

Kriswanto mengatakan, program Kita Jaga Kyai ini diharapkan dapat mempercepat capaian vaksinasi secara nasional dan melindungi para kyai dan warga di lingkungan pondok pesantren agar lebih sehat dan kuat di masa pandemi serta tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari terutama ketika kedepan sudah dimulalinya proses belajar mengajar secara tatap muka yang aman dan lebih sehat di lingkungan pondok pesantren.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *