artikel

Apa Larangan Orang yang Berkurban? Ini Penjelasan Lengkap Sesuai Syariat

Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H/2026, umat Islam yang berniat menunaikan ibadah kurban perlu memahami tidak hanya syarat dan tata caranya, tetapi juga larangan yang harus diperhatikan. 

Hal ini penting agar ibadah kurban yang dilakukan benar-benar sesuai dengan tuntunan syariat dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Lalu, apa larangan orang yang berkurban? Artikel ini akan mengulasnya secara lengkap agar Anda dapat mempersiapkan kurban dengan lebih optimal.

Larangan bagi Orang yang Berkurban

Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa larangan yang dianjurkan untuk dipatuhi oleh orang yang hendak berkurban, khususnya sejak masuknya tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban disembelih.

zakat infak sedekah mudah di sini

  1. Tidak Memotong Rambut dan Kuku

Salah satu larangan yang paling utama adalah tidak memotong rambut dan kuku bagi orang yang berniat berqurban. Larangan ini berlaku sejak awal bulan Dzulhijjah hingga pelaksanaan penyembelihan hewan qurban.

Hal ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan agar orang yang berqurban menahan diri dari memotong rambut dan kuku sebagai bentuk kesempurnaan ibadah.

  1. Tidak Mengambil Bagian Tubuh Lainnya

Selain rambut dan kuku, dianjurkan juga untuk tidak mengambil bagian tubuh lain seperti kulit (misalnya kulit mati yang sengaja dihilangkan) selama periode tersebut, kecuali dalam kondisi darurat atau kebutuhan mendesak.

  1. Menjaga Niat dan Keikhlasan

Meskipun bukan larangan fisik, menjaga niat dari riya (pamer) juga menjadi hal penting. Ibadah qurban harus dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian dari orang lain.

  1. Tidak Menjual Bagian dari Hewan Qurban

Setelah penyembelihan, bagian dari hewan qurban tidak boleh diperjualbelikan, baik daging, kulit, maupun bagian lainnya. Semua hasil qurban sebaiknya didistribusikan sesuai ketentuan syariat.

  1. Tidak Memberikan Upah Jagal dari Daging Qurban

Memberikan upah kepada penyembelih (jagal) tidak diperbolehkan berasal dari bagian hewan qurban. Upah harus diberikan dalam bentuk lain di luar daging qurban.

Hikmah dari Larangan Berkurban

Larangan-larangan ini bukan tanpa tujuan. Beberapa hikmah yang dapat dipetik antara lain:

  • Melatih ketaatan terhadap syariat
  • Menumbuhkan kesadaran spiritual
  • Menyerupai sebagian amalan jamaah haji
  • Menjaga kesempurnaan ibadah kurban

zakat infak sedekah mudah di sini

Siapkan Kurban Terbaik Anda di Sleman

Menjalankan ibadah kurban sesuai syariat tentu harus diiringi dengan pemilihan hewan kurban yang sehat dan layak. Untuk itu, Anda dapat mempercayakan kebutuhan kurban melalui Balai Ternak Lumbung Berkah Sleman.

Hewan kurban di sini berasal dari peternak mustahik binaan BAZNAS Kabupaten Sleman yang telah mendapatkan pendampingan secara profesional. Proses pemeliharaan dilakukan dengan standar yang baik, didampingi oleh peternak berpengalaman, sehingga kualitas hewan terjaga dan sesuai syariat.

Dengan berkurban di sini, Anda tidak hanya menunaikan ibadah, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi para peternak lokal.

Memahami larangan orang yang berkurban merupakan bagian penting dalam menyempurnakan ibadah kurban. Mulai dari tidak memotong rambut dan kuku hingga menjaga keikhlasan, semua bertujuan agar ibadah diterima oleh Allah SWT.

Mari sambut Iduladha 1447 H/2026 dengan kurban terbaik, sesuai syariat, dan penuh keberkahan.***

Sumber Referensi

  1. BAZNAS RI – https://baznas.go.id
  2. Kementerian Agama RI – https://kemenag.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *