Baznas Sleman Bantu Bangun 30 Rumah Tidak Layak Huni

Meski Pemkab Sleman sudah bertahun-tahun menyelenggarakan program bedah rumah, namun saat ini di Sleman masih ada lebih dari 2.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Untuk itu, pada tahun 2021 ini Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman menargetkan bisa membangunkan 30 unit rumah tidak layak huni milik warga Sleman tersebut.

Program bedah rumah dengan membangunkan 30 unit rumah tidak layak huni yang supohargiyo dilaksanakan oleh Baznas Sleman tersebut, diawali dengan membangunkan milik supohargiyo Warga kaliurang timur dan rumah milik Welas warga padukuhan kaliurang selatan, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman.

Sedang pelaksanaan pembangunan dua rumah ini, diawali dengan pengecoran pondasi bangunan rumah Supohargiyo oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dan ketua Baznas Sleman Kriswanto disaksikan sejumlah pejabat Muspika Pakem, Rabu (17/3/2021).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Pirnomo juga menyerahkan bantua dua kursi roda serta alat jalan bagi kaum divabel warga Kaliurang, serta menyerahkan bantuan dana Rp 30 juta kepada para korban bencana angin kencang yang terjadi di wilayah Kalurahan Donokerto Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, beberapa hari lalu.

Mengenai besarnya bantuan pembangunan yang diberikan masing-masing sebesar Rp15 juta rupiah, per unit. Agar kualitas bangunanya menadi lebih baik, semua penerima bantuan program bedah rumah dari Baznas Sleman ini, juga diwajibkan menambah dana swadaya, baik dana milik pribadi maupun dana yang terkumpul dari warga sekitar.

Menurut Ketua Baznas Sleman, Kriswanto, pada tahun 2020 lalu, Baznas Sleman mentargetkan bisal menghimpun dana dari para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Sleman dan dari pihak lain sebesar Rp 5 miliar. Namun, realisasinya bisa mencapai Rp 5,6 Miliar, dan dana tersebut telah ditasarufkan kepada warga miskin yang dipandang perlu dibantu.

Sementara itu menurut Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, kini Pemkab Sleman tengah mendata keberadaan rumah tidak layak huni di Sleman. Pendataan belum selesai, dan rumah yang tercatat tidak layak huni jumlahnya sudah mencapai 2.146 unit.

Untuk itu, Pemkab Sleman terus melakukan program bedah rumah, dengan harapan nantinya semua rumah di Sleman menjadi layak huni.

”Untuk dapat membangunkan rumah tidak layak huni sebanyak itu, membutuhkan banyak dana yang cukup banyak pula. Padahal, dana Pemkab Sleman telah terkuras untuk biaya penanggulangan pandemi Covid-19. Oleh karena itu, saya minta pihak swasta ikut membantu membangunkan rumah tidak layak huni tersebut, sehingga kedepan semua rumah di Sleman menjadi layak huni”, tegasnya.

Sumber : Portal-Indonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *